berita politik

  • Menguji Ketangguhan Gerakan Maya “Anti-Jokowi”

    Hasil simulasi ketahanan jaringan anti-Jokowi terhadap serangan.

    Hasil simulasi ketahanan jaringan Gerakan Anti-Jokowi terhadap serangan berdasarkan data percakapan partisipan gerakan di Twitter. Serangan dilakukan secara acak maupun terarah, baik terhadap pengguna yang menjadi sumber informasi, pengguna sebagai perantara informasi, dan pengguna yang memiliki pengaruh. Dampak terbesar dicapai oleh serangan terarah terhadap sumber informasi dan pengguna berpengaruh.

    Gerakan protes politik bukan hanya soal jumlah partisipan, namun terkait juga dengan faktor pengorganisasian. Tanpa pengorganisasian yang baik, gerakan politik akan rentan terhadap gangguan, mulai dari rasa bosan dari partisipan hingga faktor represi penguasa.

  • (Gerakan) “Anti Jokowi” di Media Sosial

    Peta jejaring percakapam dalam hashtag #366daysJokowiJKfails.

    Peta jejaring percakapam dalam hashtag #366daysJokowiJKfails. Mayoritas spam user berada di luar jejaring utama karena perilakunya yang cenderung monolog atau hanya berdialog dengan sesama spam user.

    Beberapa waktu lalu sejumlah hashtag “anti jokowi”, menjadi trending topic di Twitter. Ada pihak yang bangga menyebutnya sebagai demonstrasi “jempol rakyat”, ada juga yang cemas mengkhawatirkan dampaknya.

  • Potret Komunikasi Politik Eksekutif dan Legislatif Kita

    'Actors Sentiment Mapping' tokoh menteri Kabinet Kerja dan anggota DPR RI 2014-2016.

    Actors Sentiment Mapping‘ tokoh menteri Kabinet Kerja dan anggota DPR RI 2014-2016 berdasarkan pemberitaan media massa nasional. Warna garis menunjukkan kesamaan (biru) atau perbedaan (merah) sikap (sentimen) pada akumulasi beberapa konsep/faktor/isu). Besarnya lingkaran dan tulisan menunjukkan level sentralitas hasil komputasi.

    Ratusan ribu pernyataan dari puluhan ribu tokoh selebritas Indonesia yang ter-indeks di mesin NewsMedia Processing Suite Bandung Fe Institute menunjukkan pola interaksi antara satu aktor dengan aktor lain. Faktor-faktor politik menentukan sentimen di kalangan aktor-aktor politik. Setiap sikap dari seorang aktor politisi pada satu faktor isu politik menentukan siapa “teman” dan siapa “lawan”-nya dalam khazanah politik.

  • Polarisasi Media Sosial Pasca Pilpres 2014

    Grafik deret waktu hashtag “kritikan” terhadap Jokowi yang menjadi trending topics pasca Pemilu 2014.

    Grafik deret waktu hashtag “kritikan” terhadap Jokowi yang menjadi trending topics pasca Pemilu 2014.

    Pemilu 2014 belum berakhir di media sosial. Silang pendapat antar pendukung terus terjadi secara keras, bahkan cenderung primitif. Satu pihak membela kemenangannya sembari berseru “move on” ke yang kalah. Sementara pihak lain terus mengkritik sembari berseru “atas nama suara rakyat”. Hal ini tentu mengecewakan, khususnya bagi mereka yang berharap debat politik berlangsung elegan dan konstruktif.

  • Teknologi Informasi dan Gelombang Demokrasi Keempat

    Analisis komparatif demokrasi dan frekuensi penggunaan kata terkait media

    Analisis komparatif negara demokrasi berdasarkan data Polity IV dan frekuensi penggunaan kata terkait media-media informasi berdasarkan data Google N-Gram.

    Politik Indonesia sangat dinamis dalam 10 tahun terakhir ini. Di pemilu 2004, pemirsa televisi-lah yang memilih SBY sebagai presiden. Setelah itu muncul teori bahwa televisi adalah faktor utama dalam kontestasi politik. Namun semuanya berubah ketika media sosial mengantar Jokowi memenangkan pemilu 2014. Apakah dunia politik sedang berubah? Mari kita melihatnya dalam kerangka evolusi teknologi informasi.

  • Wajah SocMed Politik Kita

    Rata-rata harian jumlah dan ukuran komunitas politik selama pemilu 2014.

    Rata-rata harian jumlah dan ukuran komunitas pengguna yang memperbincangkan sejumlah tokoh politik selama pemilu 2014.

    Media sosial (SocMed) menjadi bagian penting dunia politik Indonesia hari ini. Isu politik silih berganti muncul dan diperbincangkan di ruang maya. SocMed menjadikannya semacam warung-warung kopi di pelosok-pelosok nusantara zaman dahulu, saat komunikasi online masih menjadi imajinasi para teknolog dan ilmuwan komputer.

lagi