berita politik

  • Mengatasi Kebakaran Politik di Jakarta

    Musim pilkada meningkatkan suhu politik ibu kota Jakarta. Opini dan pilihan politik, pro dan kontra terhadap kandidat, “membakar” dan menjalar lintas wilayah, menghasilkan formasi wilayah dengan dukungan politik yang tinggi (hot spot) maupun rendah (weak spot) terhadap kandidat.

    Bayangkan kita menyiramkan air ke sebuah titik dalam ruang spasial seluas Jakarta, yang sedang “terbakar” oleh opini pro dan kontra terhadap kandidat. Sejauh mana langkah tersebut mengurangi luas wilayah yang terbakar? Adakah wilayah-wilayah strategis yang harus dilindungi untuk mencegah “kebakaran” tersebut meluas menjangkau seluruh wilayah Jakarta?

    Analogi kebakaran relevan untuk memodelkan penyebaran dukungan politik. Sebagaimana peristiwa kebakaran hutan, informasi, opini sampai pilihan politik pun memiliki sifat menjalar dalam ruang spasial. Sifat ini tergambar melalui hadirnya hubungan korelatif perolehan suara antar dua wilayah meski terpisah dalam jarak yang cukup jauh.

  • Menyibak Tabir Struktur Informal Partai Politik

    Struktur hierarki informal Partai Gerindra.

    Struktur hierarki informal Partai Gerindra. Setiap lingkar orbital menunjukan lapisan hierarki. Lapisan paling dalam adalah lapisan dengan hierarki tertinggi.

    Who says organization, says oligarchy.
    –Michels, 1911

  • Antara Akom dan Setnov

    Jejaring konsep Setya Novanto yang diekstrak dari rekaman debat kandidat ketua umum Partai Golkar 11 Mei 2016.

    Jejaring konsep Setya Novanto yang diekstrak dari rekaman debat kandidat ketua umum Partai Golkar 11 Mei 2016. Warna mewakili kluster konsep, sedangkan ukuran menunjukan seberapa sentral posisi konsep tersebut berdasarkan nilai indeks betweenness.

    Apa yang membedakan dari 8 kandidat ketua umum dalam Munas Partai Golkar kali ini? Tentu akan ada banyak aspek yang dapat dikaji, mulai dari kekuatan finansial, dukungan politik hingga jaringan pertemanan. Salah satu hal yang penting untuk dikaji adalah visi dan konstruksi pemikiran para kandidat, yang terekam dalam debat kandidat tanggal 11 Mei 2016.

  • Analisis Teks Debat Kandidat Ketua Umum Golkar

    Jejaring konsep dalam teks debat kandidat ketua umum Partai Golkar 11 Mei 2016.

    Jejaring konsep dalam teks debat kandidat ketua umum Partai Golkar 11 Mei 2016. Warna mewakili kluster konsep. Ukuran menunjukan seberapa sentral posisi konsep tersebut berdasarkan nilai indek betweenness. Semakin tebal relasi antar kata berarti semakin sering kata-kata tersebut digunakan dalam konteks yang sama. Kata-kata yang terhubung secara erat membentuk kluster konsep.

    Debat publik bukanlah hal baru dalam kontestasi politik. Namun ia menjadi sebuah inovasi politik yang menarik ketika menjadi bagian dari proses pemilihan ketua umum partai politik. Apalagi jika proses ini dapat ditonton langsung oleh masyarakat di televisi. Apresiasi perlu diberikan kepada Partai Golkar yang telah memulai tradisi yang baik ini.

  • Krisis Partai Politik: Adaptasi Setengah Hati

    Tren evolusi penggunaan kata partai politik, masyarakat sipil, serikat buruh dalam Google N-gram.

    Tren evolusi penggunaan kata partai politik, masyarakat sipil, serikat buruh dalam Google N-gram. Data ini menjadi proksi untuk melihat evolusi partai politik.Terlihat ada 3 fase penting: fase kelahiran-kenaikan (RISE) 1820-1920, fase dominasi (HEGEMONY) 1920-1980, fase menurun (DECLINE) 1980-sekarang.

    Partai politik mulai gelisah dengan gejala krisis global partai politik. Seminar diadakan untuk membahas tren demokrasi representatif di masa depan. Para pakar diminta berbicara tentang media sosial dan kegunaannya dalam politik, juga karakteristik politik generasi Y dan Millenial yang semakin dominan dalam struktur demografi masyarakat.

  • Membaca Angin "Reshuffle"

    StreamGraph volume pemberitaan isu “reshuffle” untuk setiap partai.

    StreamGraph volume pemberitaan isu “reshuffle” untuk setiap partai. Setiap warna sinyal mewakili partai politik yang berbeda. Luas area dari sinyak menunjukan jumlah pemberitaan tentang reshuffle yang terkait partai tertentu.

  • Krisis Partai Politik: Gejala Global

    Perubahan rasio keanggotaan partai politik terhadap jumlah pemilih di 9 negara Eropa.

    Perubahan rasio keanggotaan partai politik terhadap jumlah pemilih di 9 negara Eropa. Garis biru tebal adalah nilai rata-ratanya untuk sejumlah pemilu di 9 negara tersebut.

    Harus diakui bahwa geliat publik di media sosial beberapa tahun belakangan telah berhasil memunculkan arus baru dalam perpolitikan Indonesia. Media sosial menjadi semacam kanal aspirasi alternatif di luar institusi konvensional demokrasi yang ada. Hal ini tentu sangat positif bagi perkembangan demokrasi. Tapi ia bisa menjadi mimpi buruk bagi partai politik sebagai otoritas demokrasi konvensional.

  • Demokrasi Rasa Oligarki: Kesenjangan Elit Politik di Indonesia

    Diagram alir perpindahan elit politik.

    Diagram alir perpindahan elit politik antar kelas politik seiring waktu. Ketebalan aliran proporsional terhadap kuantitas elit yang berpindah. Warna mewakili 3 kelas politik. Biru: high atau 5% elit politik teratas. Kuning: middle atau 6-40% elit politik teratas. Merah: 60% elit dengan popularitas terendah. Hitam: elit politik yang baru muncul ke permukaan.

    Para pengisi panggung politik Indonesia dalam satu dekade terakhir tidak banyak berubah. Beberapa nama baru yang tiba-tiba sangat bersinar memang jadi pengecualian. Tapi tetap saja tidak signifikan dibandingkan mayoritas lainnya, yang itu-itu saja.

lagi